🌻 Allah tegur manusia yang sibuk berlomba-lomba mengumpulkan. Karena pada akhirnya, semua akan ditinggalkan.
Dalam QS. At-Takasur ayat 1-2, Allah berfirman:
"Bermegah-megahan telah melalaikan kamu, sampai kamu masuk ke dalam kubur."
(QS. At-Takasur: 1-2)
Lihat.
"Bermegah-megahan telah melalaikan kamu..."
At-Takasur artinya berlomba-lomba untuk lebih banyak.
Lebih banyak harta.
Lebih banyak pengikut.
Lebih banyak pencapaian.
Lebih banyak pujian.
Sampai lupa...
Untuk apa semua itu?
"Sampai kamu masuk ke dalam kubur..."
Artinya?
Kamu sibuk berlomba...
Sampai mati.
Tanpa sempat bertanya...
Untuk apa?
🌻 Kamu sibuk mengumpulkan dunia, sampai lupa bahwa semua akan kamu tinggalkan.
Coba renungkan...
Berapa banyak waktu yang kamu habiskan untuk mengumpulkan harta?
Berapa banyak energi yang kamu curahkan untuk mengejar status?
Berapa banyak malam yang kamu korbankan untuk pencapaian duniawi?
Dan berapa banyak...
Waktu untuk Allah?
Energi untuk akhirat?
Malam untuk beribadah?
Rasulullah ﷺ bersabda:
"Dunia adalah penjara bagi orang mukmin dan surga bagi orang kafir."
(HR. Muslim)
Artinya?
Kalau kamu terlalu nyaman dengan dunia...
Kalau kamu terlalu sibuk mengumpulkan...
Kalau kamu terlalu asyik berlomba...
Hati-hati.
Jangan-jangan kamu termasuk yang menganggap dunia sebagai surga.
🌻 Jangan ukur kesuksesanmu dari seberapa banyak yang kamu kumpulkan. Tapi dari seberapa bermanfaat kamu.
Aku paham...
Kadang yang paling sulit bukan berhenti mengumpulkan.
Tapi merasa cukup dengan apa yang sudah ada.
Kadang yang paling berat bukan tidak berlomba.
Tapi menerima bahwa kamu tidak harus menang dalam semua hal.
Tapi dengar baik-baik...
Kesuksesan sejati bukan dari seberapa banyak yang kamu punya.
Tapi dari seberapa bermanfaat kamu bagi orang lain.
Bukan dari seberapa tinggi posisimu.
Tapi dari seberapa dekat kamu pada Allah.
Dalam QS. At-Takasur ayat 3-4, Allah ulangi peringatan:
"Sekali-kali tidak! Kelak kamu akan mengetahui (akibat perbuatanmu itu), kemudian sekali-kali tidak! Kelak kamu akan mengetahui."
(QS. At-Takasur: 3-4)
Diulang dua kali.
"Kelak kamu akan mengetahui..."
Artinya?
Suatu hari kamu akan sadar.
Bahwa semua yang kamu kumpulkan...
Akan ditinggalkan.
Bahwa semua yang kamu banggakan...
Tidak ada artinya.
🌻 Kembalilah pada kesadaran. Apa yang akan kamu bawa saat meninggalkan dunia ini?
Pernahkah kamu berpikir...
Apa yang akan kamu bawa saat mati?
Harta yang kamu kumpulkan?
Tidak.
Jabatan yang kamu raih?
Tidak.
Pencapaian yang kamu banggakan?
Tidak.
Yang kamu bawa hanya...
Amalmu.
Dalam QS. At-Takasur ayat 5-8, Allah ingatkan:
"Sekali-kali tidak! Sekiranya kamu mengetahui dengan pengetahuan yang yakin, niscaya kamu benar-benar akan melihat neraka. Kemudian kamu benar-benar akan melihatnya dengan 'ainul yaqin (mata kepala sendiri). Kemudian kamu pasti akan ditanya pada hari itu tentang kenikmatan (yang kamu megah-megahkan di dunia itu)."
(QS. At-Takasur: 5-8)
"Kemudian kamu pasti akan ditanya pada hari itu tentang kenikmatan..."
Artinya?
Semua yang kamu punya...
Akan dipertanggungjawabkan.
Dari mana dapat?
Untuk apa digunakan?
Apakah bersyukur atau tidak?
🌻 Jangan sia-siakan hidupmu untuk berlomba-lomba yang tidak ada ujungnya. Fokus pada yang kekal.
Hari ini...
Aku ingin kamu tahu satu hal penting:
Tidak masalah kalau kamu punya banyak.
Tidak masalah kalau kamu sukses.
Yang penting adalah...
Jangan sampai semua itu melalaikanmu dari Allah.
Jangan sampai semua itu membuatmu lupa tujuan hidupmu.
Jangan sampai semua itu membuatmu terus berlomba tanpa henti.
Rasulullah ﷺ bersabda:
"Bukanlah orang kaya itu yang memiliki banyak harta. Sesungguhnya orang kaya adalah orang yang kaya hatinya."
(HR. Bukhari dan Muslim)
Artinya?
Kaya harta tapi miskin hati...
Tidak ada artinya.
Tapi kaya hati...
Meski sederhana, kamu akan bahagia.
🌻 Kembalilah pada yang kekal. Jangan habiskan hidupmu untuk yang fana.
Mungkin hari ini kamu masih sibuk berlomba.
Masih sibuk mengumpulkan.
Masih sibuk mengejar.
Tapi dengar...
Berhenti sejenak.
Tarik napas.
Dan tanyakan pada dirimu:
"Untuk apa semua ini?"
"Apakah ini yang benar-benar aku inginkan?"
"Apakah ini akan membuatku bahagia di akhirat?"
Dan kalau jawabannya tidak...
Berhenti lah.
Ubah arahmu.
🌻 Jangan lelah untuk terus memperbaiki prioritas. Karena dunia ini sementara, akhirat kekal.
Hari ini, Allah tidak memintamu miskin.
Dia tidak memintamu tidak punya apa-apa.
Dia hanya memintamu... ingat prioritas.
Dunia boleh kamu kejar.
Tapi jangan sampai lupa akhirat.
Harta boleh kamu kumpulkan.
Tapi jangan sampai melalaikan ibadah.
Sukses boleh kamu raih.
Tapi jangan sampai sombong.
🌻 Jangan sia-siakan waktu yang tersisa. Karena suatu hari, kamu akan diminta pertanggungjawaban.
Hari ini...
Ambil napas dalam-dalam.
Peluk dirimu yang sibuk berlomba.
Bisikkan pelan:
"Ya Allah, aku lelah berlomba tanpa tahu tujuan. Luruskan prioritasku. Ingatkan aku pada yang kekal. Dan jangan biarkan dunia melalaikanku dari-Mu."
Lalu bangkit.
Mulai dari sekarang.
Berhenti berlomba tanpa arah.
Mulai fokus pada yang penting.
Berhenti mengumpulkan tanpa makna.
Mulai berbagi dan memberi manfaat.
Karena hidup ini...
Terlalu singkat untuk dihabiskan berlomba.
Terlalu berharga untuk hanya mengumpulkan.
Jadi gunakan dengan bijak.
Untuk hal yang kekal.
Untuk amal yang bermanfaat.
Untuk dekat pada Allah.
Karena suatu hari...
Kamu akan masuk ke dalam kubur.
Dan semua yang kamu kumpulkan...
Akan tertinggal.
Yang tersisa hanya...
Amalmu.
Jadi dari sekarang...
Perbanyak amal.
Kurangi berlomba.
Fokus pada yang kekal.
Dan percayalah...
Itu yang akan menyelamatkanmu.
"Bermegah-megahan telah melalaikan kamu, sampai kamu masuk ke dalam kubur. Kemudian kamu pasti akan ditanya pada hari itu tentang kenikmatan (yang kamu megah-megahkan di dunia itu)."
(QS. At-Takasur: 1-2, 8)
💭 "Berhenti berlomba tanpa tujuan. Berhenti mengumpulkan tanpa makna. Karena suatu hari, kamu akan meninggalkan semuanya. Yang tersisa hanya amalmu. Jadi fokus lah pada yang kekal. Bukan yang fana."
Komentar (0)
Post a Comment